MWC NU Rejoso adakan Musker
(Musyawarah Kerja) 2020 di Balai Desa Mungkung, Kec. Rejoso pada Minggu,19 Januari 2020.
Peserta Musker adalah Pengurus MWC NU
Rejoso, lembaga, banom, serta Pimpinan Ranting dan Anak Ranting NU,
masing-masing terdiri atas tiga orang, yaitu Rais Suriyah, Ketua Tanfidziyah
dan Sekretaris.
Forpimcam Kec. Rejoso dan sejumlah
Kepala Desa di Kecamatan Rejoso juga turut hadir meramaikan acara ini.
Tema yang diusung dalam acara Musker
ini adalah “Ikhlas Berkhidmat-Menuju Kemandirian Umat-Menyongsong NU Satu Abad”
Musker merupakan kegiatan musyawarah
tertinggi setelah konferensi. Hasil Musker ini nantinya akan menentukan arah
khidmah NU untuk masa sekarang dan akan datang.
Banyak pesan yang disampaikan oleh
Rais Suriyah PCNU Nganjuk, KH Ali Musthofa Said dalam sambutannya sesaat
sebelum acara dimulai. Menurutnya tugas NU ada tiga. Pertama, Himayatuddin,
menjaga agama agar dijalankan dengan benar sesuai yang diajarkan Rasulullah.
Kedua, Himayatur Ra’iyah, menjaga rakyat. Dan ketiga, Himayatul Daulah, menjaga
negara.
Lebih lanjut, Beliau menegaskan bahwa
tantangan NU ke depan sangat berat. Hal ini, karena pesatnya perkembangan IT,
yang dipandang sebagai media paling ampuh untuk menyebarknan segala informasi,
ideologi yang menyesatkan, dan paham-paham radikal.
Di samping itu, berkembangnya
Biopolitik Internasional juga menjadi tantangan yang tak bisa diremehkan.
Perebutan pasar dan sumber daya alam oleh negara-negara besar menimbulkan
kekisruhan. Tantangan NU yang ketiga adalah era kebebasan.
Untuk itu, lanjut kyai yang
pembawannya sangat tenang tersebut, yang harus kita lakukan adalah penanaman
paham ahlu sunah waljamaah di lembaga-lembaga pendidikan, penataan pengkaderan
mulai dari ranting sampai pusat, dan kemandirian ekonomi NU.
Di akhir sambutannya, Beliau
mengingatkan, “NU itu besar, semua punya, hanya kurangnya kebersamaan dan perlu
penataan manajemen.”
Acara Musker diawali dengan Pleno 1,
Pembacaan Tata Tertib Musker, kemudian dilanjutkan dengan Sidang Komisi yang
terbagi menjadi empat, yaitu Komisi I Bidang Dakwah, Komisi II Bidang
Kemandirian Ekonomi Umat, Komisi III Bidang Pendidikan dan Penyelamatan Aset
NU, serta Komisi Khusus.
Di akhir acara dilakukan Pleno II,
pembacaan hasil sidang oleh masing-masing komisi. Setiap komisi menghasilkan keputusan-keputusan
yang berupa program-program yang harus dijalankan tiga tahun ke depan sampai
2022.

0 Komentar