Selamat Datang di Website Resmi MWC NU Kec. Rejoso Kab. Nganjuk Jawa Timur : MWC NU Rejoso Mengucapkan Selamat Harlah Nahdlatul Ulama ke 94 Tahun | Meneguhkan Kemandirian NU untuk Perdamaian Dunia

MWC NU Rejoso Adakan MUSKER | Ahad, 19 Januari 2020



MWC NU Rejoso adakan Musker (Musyawarah Kerja) 2020 di Balai Desa Mungkung, Kec. Rejoso  pada Minggu,19 Januari 2020.
Peserta Musker adalah Pengurus MWC NU Rejoso, lembaga, banom, serta Pimpinan Ranting dan Anak Ranting NU, masing-masing terdiri atas tiga orang, yaitu Rais Suriyah, Ketua Tanfidziyah dan Sekretaris.


Forpimcam Kec. Rejoso dan sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Rejoso juga turut hadir meramaikan acara ini.
Tema yang diusung dalam acara Musker ini adalah “Ikhlas Berkhidmat-Menuju Kemandirian Umat-Menyongsong NU Satu Abad”
Musker merupakan kegiatan musyawarah tertinggi setelah konferensi. Hasil Musker ini nantinya akan menentukan arah khidmah NU untuk masa sekarang dan akan datang.
Banyak pesan yang disampaikan oleh Rais Suriyah PCNU Nganjuk, KH Ali Musthofa Said dalam sambutannya sesaat sebelum acara dimulai. Menurutnya tugas NU ada tiga. Pertama, Himayatuddin, menjaga agama agar dijalankan dengan benar sesuai yang diajarkan Rasulullah. Kedua, Himayatur Ra’iyah, menjaga rakyat. Dan ketiga, Himayatul Daulah, menjaga negara.
Lebih lanjut, Beliau menegaskan bahwa tantangan NU ke depan sangat berat. Hal ini, karena pesatnya perkembangan IT, yang dipandang sebagai media paling ampuh untuk menyebarknan segala informasi, ideologi yang menyesatkan, dan paham-paham radikal.


Di samping itu, berkembangnya Biopolitik Internasional juga menjadi tantangan yang tak bisa diremehkan. Perebutan pasar dan sumber daya alam oleh negara-negara besar menimbulkan kekisruhan. Tantangan NU yang ketiga adalah era kebebasan.
Untuk itu, lanjut kyai yang pembawannya sangat tenang tersebut, yang harus kita lakukan adalah penanaman paham ahlu sunah waljamaah di lembaga-lembaga pendidikan, penataan pengkaderan mulai dari ranting sampai pusat, dan kemandirian ekonomi NU.
Di akhir sambutannya, Beliau mengingatkan, “NU itu besar, semua punya, hanya kurangnya kebersamaan dan perlu penataan manajemen.”
Acara Musker diawali dengan Pleno 1, Pembacaan Tata Tertib Musker, kemudian dilanjutkan dengan Sidang Komisi yang terbagi menjadi empat, yaitu Komisi I Bidang Dakwah, Komisi II Bidang Kemandirian Ekonomi Umat, Komisi III Bidang Pendidikan dan Penyelamatan Aset NU, serta Komisi Khusus.
Di akhir acara dilakukan Pleno II, pembacaan hasil sidang oleh masing-masing komisi. Setiap komisi menghasilkan keputusan-keputusan yang berupa program-program yang harus dijalankan tiga tahun ke depan sampai 2022.

Posting Komentar

0 Komentar